WhatsApp-Button

Klinik Raden Saleh

  • Posted by klinik on 2019-09-30 08:47:50
Klinik Kuret Steril - KLINIK ABORSI - KLINIK RADEN SALEH - 081220201799
- Klinik Raden Saleh

Klinik Raden Saleh adalah tempat aborsi aman dan klinik kuret murah di Raden Saleh Jakarta yang mempunyai izin resmi yang melayani tindakan kuret aborsi dan sudah punya pengalaman yang sangat lama dalam menangani pasien dalam masalah menggugurkan kandungan. Dan kami adalah solusi yang tepat bagi orang yang sangat membutuhkan tindakan kuret aborsi yang aman dan murah serta terjamin sehat.

Karena kami tahu bahwa kuretase adalah tindakan medis dengan kategori resiko tinggi seperti yang kami tuliskan dalam artikel “Pengertian Aborsi atau Kuret” maka hal ini tidak boleh ditangani dengan sembarangan, karena apabila pelaksanaannya tidak sesuai dengan prosedur medis atau terjadi kesalahan penanganan akan bisa menyebabkan resiko yang sangat fatal seperti pendarahan hebat atau kebocoran rahim yang dapat menyebabkan kematian.

Jadi agar Anda terhindar dari resiko tersebut kami sangat menyarankan untuk lebih memahami apa sebenarnya kuret itu sebelum Anda mengambil keputusan dalam memilih tempat kuret atau yang dikenal dengan nama klinik aborsi jika Anda ingin melakukan kuretase. Pelayanan tersebut bisa Anda dapatkan di klinik aborsi jakarta / Klinik Raden Saleh.

Oleh karena itu jika Anda membutuhkan tindakan kuret, sedang mencari klinik aborsi aman demi kesehatan dan keselamatan Anda percayakan kepada kami Untuk lebih lanjut bisa menghubungi Kuretisasi Klinik ( Konsultasi Masalah Aborsi Aman )

Tentang prosedur aborsi di klinik raden saleh adalah :

  • Pendaftaran di klinik aborsi rade saleh
  • Pemeriksaan kehamilan sebelum dilakukan kuret aborsi
  • Penentuan biaya aborsi atau biaya kuret di Klinik Aborsi Raden Saleh
  • Pelaksanaan tindakan kuret aborsi
  • Ruang istirahat Klinik Aborsi Raden Saleh
  • Larangan atau pantangan pasca aborsi

Lebih baik Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan kami melalui nomor telepon yang sudah kami sertakan disini agar Anda lebih mengerti dan mungkin bermanfaat untuk membantu meyakinkan diri Anda sendiri sebelum melakukan aborsi.

Anda juga bisa membaca beberapa artikel yang sudah kami sediakan yang juga sangat berguna untuk Anda antara lain bagaimana cara aborsi atau prosedur aborsi, apa pengertian aborsi atau kuret dan yang terutama berapa biaya aborsi. Anda tinggal mengklik menu yang tersedia atau membaca artikel di area posting.

Kami dalam hal ini bukan semata-mata untuk menyarankan apalagi mengajak Anda untuk melakukan aborsi. Akan tetapi kami hanya memberitahukan bahwa kami adalah solusi yang paling tepat apabila Anda sedang membutuhkan tindakan kuret yang profesional dan berpengalaman yang benar-benar sangat memahami pekerjaan kami dalam hal menggugurkan kandungan.

Efek Samping Aborsi

Fakta menunjukkan bahwa praktik aborsi ilegal tidak ditangani oleh orang yang memiliki kemampuan medis dengan baik serta tidak didukung oleh peralatan sesuai yang digunakan untuk melakukan bedah.

Dengan begitu, aborsi adalah suatu tindakan yang bisa menyebabkan komplikasi. Infeksi merupakan salah satu yang paling sering dialami saat melakukan tindakan aborsi ilegal. Selain itu, risiko mengalami kerusakan rahim juga bisa terjadi. Risiko ini semakin berbahaya dengan semakin besarnya kondisi janin.

Perlu Anda ketahui, aborsi kehamilan di bawah 13 minggu memiliki risiko lebih kecil dibandingkan kehamilan usia di atas 20 minggu. Jika terjadi perdarahan serius, Anda perlu melakukan transfusi darah.

Meski jarang terjadi, ada juga bahaya aborsi seperti kerusakan pada rahim. Terutama jika aborsi dilakukan pada usia 12 hingga 24 minggu, baik aborsi melalui obat-obatan atau secara operasi.

Selain itu, ada pula beberapa efek samping yang sering dikeluhkan setelah aborsi antara lain kram perut, diare, muntah atau pendarahan ringan yang bisa berlangsung 2-4 minggu setelah aborsi.

Berikut adalah efek samping aborsi lainnya yang bisa mempengaruhi kesehatan anda, yaitu :

1. Muncul Depresi

Baik karena dilakukan secara medis atau dilakukan secara sengaja, tindakan aborsi adalah suatu tindakan yang bisa memberikan efek traumatik. Jika hal ini tidak segera mendapatkan penanganan dengan cepat, maka dampak lanjutannya adalah munculnya perasaan depresi.

2. Sepsis

Infeksi bakteri yang sudah masuk ke aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh disebut sepsis. Saat infeksi terlanjur menyerang tubuh, hal ini akan menyebabkan tekanan darah menurun yang disebut syok sepsis.

3. Endometritis

Karena aborsi adalah sebuah tindak mencegah kehamilan yang berisiko membuat seseorang terkena infeksi, dampak lanjutannya adalah munculnya endometritis, peradangan pada lapisan rahim.

Meski bisa terjadi pada semua wanita yang melakukan aborsi, endometritis lebih sering terjadi pada remaja. Remaja perempuan dilaporkan 2,5 kali lebih mungkin mengalami endometritis usai aborsi dibanding wanita dengan usia 20-29. Komplikasi yang bisa ditimbulkan adalah terakit masalah kesuburan.

4. Infeksi Peradangan Panggul

Risiko infeksi peradangan panggul akan meningkat pada kasus aborsi spontan. Hal ini disebabkan karena adanya risiko perdarahan dan peluang untuk jaringan kehamilan yang terperangkap dalam rahim.

Keduanya merupakan sebuah kondisi yang baik untuk pertumbuhan bakteri. Pada aborsi yang diinduksi (baik legal maupun ilegal), manipulasi eksternal juga meningkatkan kemungkinan infeksi.

Sementara itu, pada wanita yang pernah mengalami anemia sedang hingga berat, kehilangan darah akan meningkatkan kemungkinan infeksi.

5. Kanker

Seorang wanita yang pernah melakukan aborsi, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker serviks daripada mereka yang belum pernah melakukan aborsi. Wanita yang dua kali atau lebih melakukan aborsi, risiko kanker serviks lebih tinggi hingga 4,92.

Selain itu, risiko peningkatan kanker hati dan kanker ovarium juga terkait dengan aborsi tunggal dan ganda. Peningkatan kanker pasca-aborsi bisa disebabkan oleh kerusakan leher rahim, gangguan hormonal tidak wajar sel kehamilan dan dampak stres pada sistem imun.

Kemungkinan untuk Kembali Hamil

Dalam waktu 4-6 minggu setelah aborsi, haid akan kembali seperti biasa. Dengan kata lain, pasien dapat hamil lagi setelah aborsi. Namun, pasien perlu melakukan pemeriksaan rutin selama setidaknya 2 minggu setelah aborsi, guna memastikan aborsi yang dilakukan berhasil dan tidak menimbulkan komplikasi.

Setelah aborsi, risiko gangguan kesuburan tetap ada jika pasien mengalami perdarahan parah, infeksi pada rahim yang tidak ditangani, atau kerusakan dinding rahim. Selain dapat menimbulkan masalah kesuburan, hal-hal tersebut juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik dan persalinan prematur di kehamilan berikutnya.

Untuk mengantisipasi berbagai bahaya aborsi di atas, tanyakanlah hingga sejelas-jelasnya mengenai risiko dan persiapan yang diperlukan, saat berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum menjalani aborsi.

Incoming Search